Salt Bread Jadi Tren Global, Dari Jepang ke Amerika
Luxurious Baking – Salt Bread Jadi Tren Global, Dari Jepang ke Amerika bukan sekadar judul viral, melainkan refleksi perubahan selera konsumen dunia terhadap roti yang sederhana namun berkarakter kuat. Awalnya populer di Jepang dengan nama shio pan, roti ini tampil minimalis dengan tekstur lembut di dalam dan renyah di bagian bawah. Namun, seiring waktu, popularitasnya merambah Korea Selatan, lalu meluas ke Amerika Serikat melalui bakery artisan dan media sosial. Menariknya, di tengah tren pastry kompleks seperti croissant hybrid, salt bread justru menonjol karena kesederhanaannya. Inilah yang membuatnya relevan dengan gaya hidup modern yang mengutamakan comfort food berkualitas.
Awal Mula Salt Bread di Jepang dan Filosofi Rasa Sederhana
Pada awal kemunculannya, shio pan dikembangkan oleh bakery lokal Jepang yang ingin menciptakan roti dengan keseimbangan rasa gurih dan aroma mentega yang kuat. Berbeda dengan roti manis khas Asia, salt bread menawarkan profil rasa yang lebih dewasa. Selain itu, teksturnya dirancang agar bagian bawahnya terasa crispy karena lelehan mentega saat proses pemanggangan. Filosofi Jepang yang menghargai kesederhanaan tampak jelas di sini. Tidak ada topping berlebihan, tidak ada isian kompleks. Justru karena itu, banyak orang merasa roti ini lebih “jujur” dalam rasa dan teknik.
“Baca Juga: Glucose Control Diet: Strategi Stabilkan Gula Darah untuk Turun Berat Badan“
Mengapa Amerika Ikut Terpikat dengan Salt Bread
Ketika Salt Bread Jadi Tren Global, Dari Jepang ke Amerika, banyak bakery artisan di New York dan California mulai mengadaptasinya. Mereka melihat peluang pada tren savory pastry yang sedang naik daun. Di sisi lain, konsumen Amerika semakin menghargai produk handmade dengan proses fermentasi yang baik. Salt bread memenuhi dua kriteria tersebut. Selain itu, media sosial seperti Instagram dan TikTok mempercepat penyebaran tren ini. Visual roti yang golden brown dengan lapisan garam kasar di atasnya terlihat sederhana namun menggoda. Kombinasi estetika dan rasa inilah yang membuatnya cepat diterima pasar Barat.
Tekstur dan Karakter Rasa yang Membuat Ketagihan
Secara teknis, daya tarik salt bread terletak pada kontras teksturnya. Bagian dalamnya lembut dan airy, sedangkan bagian bawahnya renyah karena mentega meleleh lalu menggoreng adonan saat dipanggang. Sementara itu, taburan garam laut memberikan sentuhan gurih yang memperkuat aroma mentega. Hasilnya adalah sensasi rasa yang kompleks meski bahan dasarnya sederhana. Menurut pengamatan saya sebagai pecinta roti artisan, kombinasi ini menciptakan pengalaman makan yang sulit dilupakan. Bahkan tanpa isian tambahan, salt bread tetap terasa kaya dan memuaskan.
Perbandingan Salt Bread dengan Croissant dan Brioche
Jika dibandingkan dengan croissant, salt bread memiliki proses yang lebih sederhana karena tidak menggunakan teknik laminasi berlapis. Namun, aroma menteganya tetap kuat. Sementara itu, jika dibandingkan dengan brioche, salt bread lebih ringan dan tidak terlalu manis. Dengan demikian, roti ini menjadi pilihan ideal bagi mereka yang menghindari pastry terlalu berat. Selain itu, dari sisi produksi, salt bread lebih efisien untuk bakery skala kecil karena waktu pembuatannya relatif singkat. Inilah salah satu alasan mengapa tren ini cepat diadopsi di berbagai negara.
Resep Salt Bread (Shio Pan) Lembut di Dalam, Renyah di Bawah

Bahan-Bahan Adonan
- 250 gram tepung terigu protein tinggi
- 5 gram ragi instan
- 15 gram gula pasir
- 5 gram garam
- 160 ml susu hangat (±40°C, jangan terlalu panas)
- 30 gram mentega (suhu ruang)
Bahan Isian & Topping
- 40 gram mentega dingin (potong memanjang kecil-kecil)
- Garam laut kasar secukupnya
Langkah-Langkah Pembuatan
- Campurkan tepung, gula, dan ragi dalam wadah. Tuang susu hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni. Tambahkan garam dan mentega, lalu uleni sekitar 10–15 menit hingga adonan kalis elastis.
- Bulatkan adonan dan simpan di wadah yang sudah dioles tipis minyak. Tutup dan diamkan ±60 menit hingga mengembang dua kali lipat.
- Kempiskan adonan, bagi menjadi 6–8 bagian (sekitar 50–60 gram). Bulatkan dan diamkan 10 menit. Pipihkan berbentuk oval, letakkan potongan mentega di ujung bawah, lalu gulung rapat hingga membentuk roll.
- Tata adonan di loyang yang sudah dialasi baking paper dan beri jarak antar adonan. Diamkan kembali ±30 menit hingga mengembang ringan.
- Taburkan garam laut kasar di atasnya, lalu panggang pada suhu 180°C selama 18–20 menit hingga berwarna golden brown dan bagian bawah terasa renyah.
Langkah Pemanggangan Agar Bagian Bawah Renyah Sempurna
- Panaskan oven terlebih dahulu pada suhu 180°C (api atas bawah) selama 10–15 menit. Gunakan loyang tipis dan alasi dengan baking paper agar panas merata di bagian bawah roti.
- Susun adonan yang sudah dibentuk roll di atas loyang dengan jarak sekitar 3–4 cm agar tidak saling menempel saat mengembang.
- Taburkan garam laut kasar secukupnya di bagian atas roti. Jangan terlalu banyak agar rasa tetap seimbang.
- Diamkan kembali selama ±30 menit untuk proofing kedua hingga adonan terlihat sedikit mengembang dan terasa ringan saat disentuh.
- Masukkan loyang ke rak tengah oven dan panggang selama 18–20 menit hingga bagian atas berwarna golden brown.
- Pastikan mentega di dalam adonan tertutup rapat sebelum dipanggang. Saat meleleh, mentega akan membuat bagian bawah roti renyah secara alami.
- Setelah matang, keluarkan roti dan pindahkan ke cooling rack. Diamkan 5–10 menit agar bagian bawah tetap renyah dan tidak lembap.
Potensi Bisnis Salt Bread di Indonesia
Melihat bagaimana Salt Bread Jadi Tren Global, Dari Jepang ke Amerika, saya melihat peluang besar di pasar Indonesia. Konsumen lokal kini semakin terbuka terhadap roti artisan dengan rasa gurih. Selain itu, bahan bakunya relatif sederhana sehingga margin keuntungan cukup menarik bagi pelaku UMKM bakery. Dengan strategi branding yang tepat dan storytelling mengenai asal-usulnya, salt bread dapat menjadi menu andalan yang berbeda dari roti biasa. Terlebih lagi, tren global sering kali cepat diadopsi oleh generasi muda melalui media sosial. Oleh karena itu, salt bread bukan hanya sekadar tren sesaat, melainkan potensi bisnis jangka panjang.