Resep Focaccia Italia Terbaru Roti Gurih Empuk ala Bakery Eropa
Luxurious Baking – Resep Focaccia Italia sedang naik daun di kalangan pecinta roti rumahan, dan alasannya sangat masuk akal. Focaccia punya karakter yang unik: teksturnya empuk, bagian atasnya gurih, dan aroma minyak zaitunnya terasa “mahal” seperti roti bakery Eropa. Namun yang paling menarik, roti ini tidak sesulit croissant atau sourdough. Justru, focaccia bisa dibuat oleh pemula sekalipun, asalkan sabar pada proses fermentasinya. Selain itu, focaccia fleksibel. Kamu bisa membuat versi klasik dengan rosemary, atau versi modern dengan topping tomat ceri, bawang, hingga keju. Dalam pengalaman saya, focaccia adalah roti yang paling cepat membuat orang percaya diri di dapur. Sekali berhasil, rasanya seperti punya bakery sendiri di rumah. Artikel ini akan membahas resep focaccia terbaru yang gurih, empuk, dan tetap mudah diikuti.
“Baca Juga: Cara Menjaga Keseimbangan Nutrisi Saat Menjalani Diet Mediterania, Biar Sehatnya Dapat dan Tubuh Tetap Bahagia“
Kenapa Focaccia Jadi Roti Favorit Pecinta Bakery Eropa
Resep Focaccia Italia begitu populer karena focaccia adalah roti yang “simple tapi mewah.” Secara teknik, adonannya mirip roti biasa, tetapi hasil akhirnya jauh lebih aromatik dan berkarakter. Minyak zaitun memberi rasa gurih yang khas, sementara teksturnya lembut dengan rongga-rongga udara yang cantik. Selain itu, focaccia punya permukaan yang bisa dikreasikan. Banyak orang suka karena roti ini terasa seperti kanvas. Kamu bisa menambahkan topping sesuai selera dan mood. Di Eropa, focaccia sering jadi menu sarapan atau teman sup. Sementara itu, di Indonesia, focaccia mulai digemari sebagai roti snack premium. Menurut saya, focaccia adalah pilihan terbaik untuk kamu yang ingin roti homemade terasa seperti produk bakery mahal, tetapi tanpa alat rumit. Dengan bahan yang tepat dan proses yang benar, hasilnya bisa sangat memuaskan.
Resep Focaccia Italia (Empuk, Gurih, Wangi Olive Oil)

Bahan Utama Adonan
- 300 gram tepung terigu protein tinggi
- 200 ml air hangat (suam-suam kuku)
- 6 gram ragi instan (sekitar 2 sdt)
- 1 sdm gula pasir atau madu
- 1 sdt garam
- 2 sdm olive oil (untuk adonan)
Bahan Olesan & Topping (Wajib)
- 4–6 sdm olive oil (untuk loyang dan permukaan)
- 1 sdt garam kasar (lebih enak, tapi garam biasa juga bisa)
- 1 sdt rosemary kering atau segar (opsional tapi recommended)
Langkah-Langkah Membuat Focaccia (Rapi dan Anti Gagal)
1) Aktifkan Ragi Masukkan air hangat ke mangkuk, tambahkan ragi instan dan gula/madu, aduk sebentar lalu diamkan 7–10 menit sampai berbusa, jika tidak berbusa, artinya ragi mati dan harus diganti.
2) Campur Adonan Masukkan tepung ke wadah besar, tambahkan garam, lalu aduk rata, tuang larutan ragi yang sudah berbusa, tambahkan 2 sdm olive oil, aduk sampai adonan menyatu, adonan akan terasa lembek dan lengket, ini normal.
3) Stretch & Fold (Biar Berongga dan Empuk) Diamkan adonan 10 menit, setelah itu, lakukan stretch & fold seperti ini:
- basahi tangan dengan air sedikit
- tarik adonan dari pinggir lalu lipat ke tengah
- lakukan 8–10 kali putaran
4) Fermentasi Pertama tutup mangkuk dengan kain bersih atau plastik wrap, diamkan adonan selama 60–90 menit sampai mengembang 2 kali lipat, jika cuaca dingin, bisa sampai 2 jam.
5) Siapkan Loyang oles loyang dengan olive oil cukup banyak (2–3 sdm), tujuannya agar bawah focaccia renyah dan tidak lengket.
6) Pindahkan Adonan ke Loyang tuang adonan ke loyang, oles tangan dengan olive oil agar tidak lengket, ratakan perlahan sampai menutup permukaan loyang, jika adonan masih “melawan”, diamkan 10 menit lalu ratakan lagi.
7) Fermentasi Kedua Tutup loyang, diamkan adonan 30–45 menit sampai terlihat mengembang dan berisi, ini tahap penting agar focaccia airy.
8) Buat Lubang Dimple (Ciri Khas Focaccia) Basahi ujung jari dengan olive oil, tekan adonan dengan ujung jari sampai terbentuk lubang-lubang, tekan sampai hampir menyentuh dasar loyang, setelah itu, siram permukaan dengan olive oil (2–3 sdm).
Taburkan:
- garam kasar
- rosemary
- topping pilihan
9) Panggang panaskan oven terlebih dahulu pada suhu 220°C selama 10 menit, panggang focaccia selama: 20–25 menit (hingga permukaan keemasan) jika oven kamu panasnya besar, cek di menit ke-18, begitu keluar oven, siram 1 sdm olive oil lagi, diamkan 10 menit sebelum dipotong.
Hasilnya akan:
- empuk di dalam
- wangi olive oil
- kulit atas gurih
- bawah renyah
Tips Menyimpan Focaccia Supaya Tetap Enak Keesokan Hari
Resep Focaccia Italia paling enak dimakan saat masih hangat, tetapi roti ini tetap bisa disimpan dengan baik. Jika kamu ingin menyimpannya, bungkus focaccia dengan kain bersih atau aluminium foil, lalu simpan di suhu ruang selama 1–2 hari. Namun jika ingin lebih lama, simpan di kulkas. Saat ingin dimakan, panaskan kembali di oven selama 5–8 menit agar teksturnya kembali renyah. Menurut saya, microwave bukan pilihan terbaik karena bisa membuat roti jadi lembek. Jika kamu punya air fryer, itu juga bisa jadi solusi cepat. Selain itu, focaccia bisa dibekukan. Potong roti menjadi beberapa bagian, bungkus rapat, lalu simpan di freezer. Saat ingin dimakan, cukup thawing dan panggang ulang sebentar. Focaccia juga enak dijadikan sandwich. Teksturnya yang empuk membuatnya cocok untuk isian daging, keju, atau sayuran panggang. Jadi, roti ini tidak hanya untuk snack, tetapi juga untuk menu praktis.