Pastéis de Nata Kembali Viral Resep Tradisional Menjadi Tren
Luxurious Baking – Pastéis de Nata Kembali Viral: Resep Tradisional Menjadi Tren Global bukan sekadar tren sesaat di media sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, pastry khas Portugal ini kembali mencuri perhatian pecinta dessert di berbagai negara. Dari Lisbon hingga kota-kota besar Asia, antrean toko roti yang menjual custard tart ini semakin panjang. Popularitasnya meningkat karena kombinasi visual yang cantik dan rasa yang ringan. Oleh karena itu, banyak orang mulai mencari tahu sejarah dan cara membuatnya sendiri di rumah.
Sejarah yang Membentuk Identitas Rasa
Jika ditelusuri lebih dalam, Pastéis de Nata berasal dari biara Jerónimos pada abad ke-18. Pada masa itu, para biarawan menggunakan kuning telur untuk menciptakan dessert sederhana namun kaya rasa. Sementara putih telur dipakai untuk keperluan lain, seperti menguatkan kain. Dari kebutuhan tersebut lahirlah resep yang kini mendunia. Hingga sekarang, versi autentiknya masih diproduksi dengan teknik tradisional. Dengan demikian, nilai sejarahnya tetap terjaga meski tampil dalam kemasan modern.
“Baca Juga: Low Fat High Protein Diet: Cara Efektif Turunkan Lemak dan Bangun Otot“
Mengapa Resep Tradisional Ini Kembali Populer
Kebangkitan tren ini tidak terjadi tanpa alasan. Media sosial berperan besar dalam memperkenalkan kembali tampilan custard yang sedikit karamel di bagian atasnya. Selain itu, tekstur berlapis dari puff pastry terlihat sangat menarik saat difoto. Tidak hanya tampilannya yang memikat, rasanya juga ringan dan tidak terlalu manis. Hal tersebut membuatnya cocok untuk berbagai selera. Akibatnya, banyak café modern menjadikannya menu andalan.
Karakteristik Tekstur dan Aroma yang Khas
Salah satu daya tarik utama Pastéis de Nata terletak pada kontras teksturnya. Bagian luar pastry terasa renyah dan tipis. Di sisi lain, bagian dalamnya lembut serta creamy. Perpaduan tersebut menciptakan pengalaman makan yang memuaskan. Aroma kayu manis dan vanila pun menambah sentuhan hangat yang khas. Dibandingkan custard tart biasa, versi Portugal ini terasa lebih ringan namun tetap kompleks.
Bahan-Bahan yang Perlu Disiapkan

Bahan Kulit:
250 gram puff pastry siap pakai
Bahan Custard:
200 ml susu cair
100 ml krim kental
4 kuning telur
100 gram gula pasir
1 sendok makan tepung maizena
1 batang kayu manis
1 sendok teh vanila
Pemilihan bahan berkualitas sangat menentukan hasil akhir.
Langkah Membuat Custard yang Lembut
- Panaskan susu dan krim bersama kayu manis hingga hangat, jangan sampai mendidih.
- Campurkan kuning telur, gula, dan maizena hingga rata.
- Tuang susu hangat sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
- Masak kembali campuran tersebut dengan api kecil hingga mengental.
- Tambahkan vanila, lalu aduk hingga halus.
- Dinginkan custard sebelum digunakan agar teksturnya stabil.
Proses perlahan ini menjaga kelembutan custard.
Cara Menyiapkan Kulit Pastry
- Gulung puff pastry hingga membentuk silinder padat.
- Potong sesuai ukuran cetakan muffin.
- Tekan potongan pastry ke dalam cetakan hingga tipis merata.
- Pastikan sisi-sisinya menempel dengan baik.
Teknik ini membantu menciptakan lapisan renyah saat dipanggang.
Proses Pemanggangan yang Tepat
- Isi setiap cetakan dengan custard hingga hampir penuh.
- Panggang pada suhu 220°C selama 15–20 menit.
- Perhatikan bagian atas hingga muncul bercak kecokelatan.
- Angkat dan biarkan dingin sebelum dilepas dari cetakan.
Suhu tinggi di awal pemanggangan membantu menciptakan karamelisasi ringan.
Tips Agar Hasil Lebih Autentik
Untuk hasil maksimal, gunakan oven yang sudah benar-benar panas sebelum memasukkan adonan. Selain itu, hindari memanggang terlalu lama agar custard tidak retak. Jika ingin rasa lebih khas, taburkan sedikit kayu manis bubuk sebelum disajikan. Detail kecil seperti ini sering membuat perbedaan besar. Oleh sebab itu, jangan abaikan teknik meski terlihat sederhana.
Peluang Bisnis dari Tren Global Ini
Menariknya, tren ini juga membuka peluang usaha yang menjanjikan. Banyak bakery kecil mulai memproduksi versi lokal dengan sentuhan kreatif. Misalnya, ada yang menambahkan matcha atau cokelat. Namun demikian, menjaga resep dasar tetap autentik menjadi kunci utama. Konsumen modern cenderung menghargai inovasi, tetapi tetap mencari cita rasa asli. Dengan strategi yang tepat, Pastéis de Nata bisa menjadi produk unggulan.
Mengapa Dessert Klasik Tetap Relevan
Di tengah inovasi kuliner yang cepat, resep tradisional justru memberikan rasa nostalgia. Selain menawarkan cita rasa unik, makanan seperti ini membawa cerita sejarah yang kuat. Hal tersebut menciptakan koneksi emosional dengan penikmatnya. Pada akhirnya, keaslian dan kualitas akan selalu memiliki tempat di hati konsumen.
Pastéis de Nata Kembali Viral: Resep Tradisional Menjadi Tren Global membuktikan bahwa warisan kuliner mampu bertahan melintasi zaman. Dengan bahan sederhana dan teknik yang tepat, siapa pun bisa mencoba membuatnya di rumah. Lebih dari sekadar dessert, pastry ini menghadirkan pengalaman budaya yang autentik. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika popularitasnya terus meningkat di berbagai belahan dunia.