Resep Kue Putu Tradisional Legit Lumer, Anti Gagal Pemula
Luxurious Baking – Resep Kue Putu Tradisional Legit Lumer, Anti Gagal Pemula selalu punya tempat spesial di hati banyak orang karena aromanya yang khas, suara kukusan bambu yang menenangkan, serta sensasi gula merah yang meleleh saat digigit. Selain itu, kue ini termasuk jajanan yang terlihat sederhana, tetapi sering bikin pemula gagal karena adonan terlalu basah, tepung menggumpal, atau putu tidak matang merata. Karena itulah, artikel ini dibuat dengan gaya praktis namun tetap hangat, agar kamu bisa berhasil di percobaan pertama. Dengan bahan yang mudah didapat dan langkah yang terukur, kamu akan paham trik pentingnya. Jadi, kalau kamu ingin hasil yang legit, lumer, dan cantik, kita mulai pelan-pelan dari dasarnya.
“Baca Juga: Diet Sehat Saat Puasa: Cara Turun Berat Badan Tanpa Lemas dan Tersiksa“
Mengenal Kue Putu dan Kenapa Banyak Pemula Gagal di Percobaan Pertama
Kue putu adalah jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras yang dikukus dalam cetakan, lalu diisi gula merah dan disajikan dengan kelapa parut. Namun, meskipun terlihat simpel, banyak pemula gagal karena salah memahami tekstur adonan. Biasanya, kegagalan muncul ketika tepung terlalu basah sehingga jadi padat dan tidak berpori, atau terlalu kering sehingga rapuh dan tidak menyatu saat dikukus. Selain itu, gula merah yang terlalu besar sering membuat putu bocor dan berantakan. Di sisi lain, kelapa parut yang kurang segar juga bisa membuat rasa jadi “flat”. Karena itu, penting memahami bahwa kue putu bukan soal bahan mahal, melainkan soal teknik kecil yang tepat. Kalau kamu mengikuti ritmenya, hasilnya bisa jauh lebih rapi dan legit.
Bahan yang Tepat Agar Tekstur Putu Legit dan Gula Merahnya Lumer
Agar kue putu berhasil, kamu perlu fokus pada kualitas tepung beras, gula merah, dan kelapa. Tepung beras sebaiknya yang halus dan tidak apek, karena tepung yang terlalu kasar membuat tekstur putu terasa “berpasir”. Lalu, gula merah sebaiknya dipilih yang aromanya kuat dan warnanya cokelat gelap, sebab jenis ini biasanya lebih legit dan cepat lumer saat dipanaskan. Sementara itu, kelapa parut wajib yang muda atau setengah tua, supaya rasanya gurih tetapi tetap lembut. Selain bahan utama, kamu juga membutuhkan sedikit garam untuk mengangkat rasa, serta pandan agar aroma lebih wangi. Dengan kombinasi ini, rasa putu akan seimbang: manisnya masuk, gurihnya terasa, dan wangi tradisionalnya keluar.
Takaran Anti Gagal yang Bisa Kamu Ikuti untuk Hasil Stabil

Berikut adalah resep dan tips membuat kue putu tradisional (menggunakan cetakan daun pisang/cetakan talam) untuk pemula.
Bahan-bahan
- Tepung Beras: 200-300 gr (bisa dikukus terlebih dahulu selama 15-20 menit agar lebih lembut)
- Air Panas: 150-180 ml (dicampur dengan 1 sdt pasta pandan atau air jus pandan suji)
- Garam: 1 sdt
- Pewarna: Pandan pasta/kuning tua secukupnya (opsional)
- Isian: 150-200 gr Gula Aren/gula merah, sisir halus
- Taburan: 200 gr kelapa parut muda + ¼ sdt garam + 1 lembar daun pandan (kukus selama 10-15 menit agar tidak cepat basi)
- Cetakan: Daun pisang yang dibentuk tabung, atau cetakan kue talam/mangkuk kecil
Cara Membuat (Anti Gagal)
- Menyiapkan Tepung: Campurkan tepung beras dengan sedikit garam. Tuang air pandan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan tangan atau garpu. Tips: Jangan langsung tuang semua air. Pastikan adonan berbutir/berpasir, tidak menggumpal, dan lembab (jika dikepal akan menyatu, tapi mudah dihancurkan).
- Mengayak Tepung: Ayak adonan yang sudah berpasir agar tekstur putu lembut dan lumer, tidak kasar.
- Membentuk Cetakan: Jika tidak ada bambu, buatlah silinder dari daun pisang. Isi setengah cetakan dengan tepung, beri isian gula merah, lalu tutup kembali dengan tepung hingga penuh. Catatan Penting: Jangan menekan adonan terlalu padat agar putu tidak keras.
- Mengukus: Kukus selama 10-15 menit dalam kukusan yang sudah panas (air sudah mendidih) dan tutupnya dialasi serbet agar uap air tidak menetes ke adonan.
- Penyajian: Keluarkan dari cetakan, sajikan hangat dengan taburan kelapa parut kukus.
Cara Mengukus yang Benar Agar Putu Matang Merata dan Wangi Maksimal
Mengukus kue putu tidak boleh asal. Pertama, panaskan kukusan sampai uapnya banyak dan stabil. Setelah itu, bungkus tutup kukusan dengan kain agar air tidak menetes ke adonan. Ini penting, karena tetesan air bisa membuat putu jadi lembek dan gagal mengembang. Kemudian, susun cetakan di kukusan dengan jarak cukup agar uap mengalir. Kukus selama 10–12 menit, tergantung ukuran cetakan. Jika kamu memakai cetakan bambu, aroma akan lebih kuat, tetapi kamu tetap harus menjaga panas stabil. Jangan terlalu sering membuka tutup, karena uap akan turun dan membuat putu kurang matang. Untuk hasil lebih wangi, kamu bisa menaruh daun pandan di air kukusan. Dengan cara ini, putu matang merata, gula lumer sempurna, dan aroma tradisionalnya keluar maksimal.
Penyajian Kelapa Parut yang Gurih dan Tidak Cepat Basi
Kelapa parut adalah pasangan wajib kue putu, tetapi sering jadi sumber masalah karena cepat basi. Karena itu, kelapa harus diproses dengan benar. Pilih kelapa yang masih segar, lalu kukus kelapa parut bersama sedikit garam selama 10 menit. Cara ini membuat kelapa lebih awet dan rasanya lebih gurih. Setelah itu, diamkan kelapa hingga uap panasnya hilang sebelum disajikan. Jika kamu ingin rasa yang lebih “nendang”, kamu bisa menambahkan sedikit daun pandan saat mengukus kelapa. Selain itu, simpan kelapa di wadah tertutup jika tidak langsung habis. Di sisi lain, hindari mencampur kelapa dengan putu terlalu lama jika ingin dijual, karena kelembapan putu bisa mempercepat kelapa jadi asam. Dengan penyajian yang tepat, putu terasa lebih nikmat dan aromanya tetap segar.
Tips Penyimpanan dan Cara Menghangatkan Agar Putu Tetap Lumer
Kue putu paling enak dimakan hangat, tetapi kamu tetap bisa menyimpannya. Pertama, simpan putu tanpa kelapa agar tidak cepat rusak. Masukkan ke wadah tertutup setelah putu benar-benar dingin, supaya tidak berembun. Jika ingin disimpan lebih lama, kamu bisa menyimpan putu di kulkas, meski teksturnya akan sedikit mengeras. Untuk menghangatkan, kukus kembali selama 3–5 menit, bukan dipanaskan di microwave, karena microwave sering membuat putu jadi kering. Selain itu, kelapa sebaiknya disajikan terpisah dan dikukus ulang sebentar sebelum dipakai. Dengan cara ini, gula merah akan kembali lumer, tekstur putu lembut lagi, dan rasanya tetap seperti baru. Jadi, meskipun dibuat banyak, kamu tidak perlu takut putu jadi gagal saat disajikan ulang.